Sabtu, 14 November 2009

World Paper Money - www.KCShop.com/ForeignCurrency

The hobby of collecting foreign banknotes like world coins has recently become very popular. It offers the collector a wide variety of unique banknotes from hundreds of countries starting a very reasonable prices. In many cases you can purchase banknotes for under one dollar. Whether your interests lie in architecture, sailing ships, trains, planes, animals, birds, flowers or history, collecting world paper money offers it all.

If you are looking to enhance your current collection, or are just starting to collect, you will find a great selection of banknotes here at good prices.

Like our customers, we are constantly amazed at the beauty, design and artwork that it has to offer. For your convenience the notes are listed including the "pick number". We have also tried to include pictures for all of the notes that we offer, so you can easily see what the notes look like before you make your purchase.

Be sure to visit our image gallery that shows a nice collection of many of the banknotes that we have had and are currently offering. It has over 5000 different images. As our inventory is always growing, the image gallery and the site are constantly being updated, so be sure to check back often.

Please note that the banknote(s) that you receive may have a different serial number than the one pictured on the site. The picture may also be of a different grade than the banknote you receive, but each note will be accurately graded according to the grading standards in the Krause catalogs. Remember, the pictures are for reference only .

35 ide kreatif USB



































Jumat, 13 November 2009

ALAM SEMESTA


  1. TEORI TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA

Pandangan para ahli tentang terbentuknya alam semesta :

  • Menurut orang Yunani Kuno

Orang Yunani pada zaman dahulu mengira bahwa langit itu sangat dekat dengan bumi, dan bumi sangat kecil dibandingkan dengan langit. Mereka mengira bumi diatur oleh Dewa, seperti Dewa Helios (Dewa Matahari) dan Dewa Zeus (Dewa Hujan dan Guntur).

  • Menurut Aristoteles

Seorang filsafat yang hidup sekitar 300 SM yang menerangkan bahwa peredaran Bulan, Venus, Mars dan planet-planet lain. Aristoteles berpendapat bahwa Matahari, planet dan bintang-bintang semua beredar mengelilingi Bumi.

  • Menurut Ptolomeus

Seorang ahli filsafat bangsa Yunani yang hidup 100 tahun setelah Aristoteles, Ptolomeus sampan menyusun teori baru mengenai cakrawala yang juga disebut Kosmos. Teorinya : benda-benda langit itu semua mengelilingi bumi. Teori ini disebut teori Geo Sentris.

  • Menurut Copernicus

Lahir di Toum-Polandia (1473-1543) anak seorang Uskup Katolik. Teorinya bahwa hanya bulan saja yang betul-betul mengelilingi bumi, sedangkan planet-planet lain tidak, tetapi semuanya mengelilingi Matahari.

  • Menurut Galileo Galilei

Hidup pada zaman setelah ditemukan Teleskop, tanggal 7 Januari 1610 dengan menggunakan teleskop menemukan Jupiter. Bukan hanya sebuah titik cahaya kecil, melainkan berupa sebuah bola besar dengan empat buah pengiringnya, dia juga membenarkan teori Copernicus.

  • Pandangan Masyarakat Modern

Dahulu ilmu yang mempelajari tentang asal-usul alam semesta disebut Kosmogoni, sekarang oleh para ahli astronomi modern, kosmogoni yang mempelajari asal-usul dan evolusi alam semesta diperluas meliputi isi alam semesta dan organisasinya.

Melalui Kosmologi yang telah maju, dikemukakan teori-teori terjadinya alam semesta, dimana teori-teori itu dapat dikelompokkan menjadi tiga teori utama. Tahun 1940 diterangkan terjadinya alam semesta telah menggunakan asas yang sama bahwa alam semesta memuai.

  • Dua teori tentang terbentuknya alam semesta yaitu :

  1. Teori Ledakan

Suatu massa yang sangat besar yang terdapat di jagat raya dan mempunyai berat jenis yang sangat besar meledak. Massa yang meledak itu kemudian berserakan dan mengembang dengan sangat cepat serta menjauhi pusat ledakan / inti ledakan.

  1. Teori Ekspansi dan Kontraksi

Teori ini berdasarkan adanya siklus dari alam semesta, yaitu massa ekspansi dan massa kontraksi. Diduga siklus ini berlangsung dalam jangka waktu 30.000 juta tahun.


  1. TEORI TERBENTUKNYA GALAKSI

Menurut Fowlet, kira-kira 12.000 juta tahun yang lalu galaksi tidaklah seperti sekarang ini. Pada saat itu galaksi masih merupakan kabut gas hydrogen yang sangat besar yang berada di ruang angkasa. Kabut gas hydrogen tersebut bergerak perlahan-lahan, berputar pada porosnya, sehingga berbentuk bulat.

Berdasarkan pengamatan, dapat dibedakan tiga macam galaksi :

  • galaksi berbentuk spiral (spiral galaxis) jumlah 80%.

  • galaksi berbentuk ellips (elliptical galaxis) jumlah 17%

  • galaksi berbentuk tak beraturan (irregular galaxis) jumlah 3%

  1. Galaksi Spiral (Spiral Galaxis)

Galaksi ini merupakan galaksi yang berstruktur paling sempurna, yang terdiri dari tiga bagian :

    1. pusat spiral galaksi yang terdiri dari gugusan bintang yang berbentuk bulat

    2. lingkaran yang membungkus pusat spiral

    3. piringan dengan lengan spiral


macam-macam galaksi spiral :
  1. Galaksi Bima Sakti

Galaksi ini pernah disebut Susunan Kapteyn. Kapteyn adalah seorang astronom yang mengemukakan bahwa matahari terdapat pada galaksi bima sakti ini.

  1. Galaksi Andromeda

Dengan mata telanjang, galaksi ini tampak seperti lilin dengan panjang 30 (garis tengan bulan) dan lebar 15. dengan teleskop kecil sudah dapat dilihat intinya, di tengah-tengah kabut dan bila menggunakan teleskop 100 inci yang telah dilakukan di Observatory Mounts Wilson, ternyata galaksi Andromeda berbentuk spiral biasa.

  1. Galaksi Dolar Perak (Silvery Coin)

Berupa galaksi spiral pipih, kira-kira sejauh 13 juta tahun cahaya.

  1. Galaksi Roda Biru (Blue pin Wheel)

Galaksi yang bergangsing (berputar) di daerah Trianggulum, kira-kira sejauh 2 juta tahun cahaya.

  1. Galaksi Pusaran Air

Sebagai galaksi spiral yang terlentang dan didampingi oleh pengiring, yakni sebuah galaksi tidak teratur.

  1. Kabut Magellan (Magellanic Clouds)

Gugus bintang ini disebut kabut Magellan, karena ditemukan oleh Magellan pada tahun 1519, berupa galaksi-galaksi yang terletak di konstelasi Dorado dan Tucan.

  1. Galaksi Ellips (Elliptical Galaxis)

Galaksi ini meliputi jumlah 17% dari semua galaksi yang sudah diketahui, galaksi ini berbentuk ellips, merupakan bangunan yang sederhana karena hanya terdiri atas :

    1. pusat roda

    2. selubung yang membungkus pusat

  1. Galaksi tidak beraturan (Irregular Galaxis)

Galaksi ini berjumlah kurang dari 3% dari semua galaksi yang sudah ditemukan. Galaksi ini terlihat sebagai gumpalan datar atau onggokan bintang yang semakin menebal, sebagian menipis dalam batas-batas yang tidak jelas.


  1. BINTANG DAN RASI BINTANG

  • Bintang adalah benda langit yang mempunyai cahaya sendiri dan terdiri atas gas pijar. Kekuatan cahaya ditentukan berdasarkan magnitude (tingkat terang)

  • Rasi Bintang ialah kelompok bintang yang letaknya berdekatan atau ‘menempel’ di bola langit disebut konstelasi atau rasi bintang. Nama rasi bintang itu dihubungkan dengan nama tokoh atau makhluk dalam mitologi missal : centauri, orion, gemino, scorpio. Setiap bangsa mempunyai imajinasi sendiri tentang kedudukan bintang dalam satu rasi.

Contoh :

    • Tujuh bintang pada rasi orion, oleh orang Jawa dinamakan bintang Waluku, karena bentuknya seperti waluku, alat pembajak sawah.

    • Rasi bintang scorpio oleh orang Jawa disebut Kelopo Doyong.

    • Di sekitar ekleptika yang melingkar pada bola langit terdapat 12 rasi bintang disebut zodiac. Orang Yunani kuno mengaitkan kedua belas rasi bintang tersebut dengan peramalan nasib manusia.


Rabu, 11 November 2009

Sisingaan (Traditional Art)

Sisingaan
Subang Regency Arts Society


Sisingaan is a type of art or traditional performing arts of the people who made the procession in the form of a Bulk. The show usually displayed at the ceremony khitanan or special occasions such as welcoming guests, entertainment, dedication, Anniversary of Independence of the Republic of Indonesia and other large activities.

In his art sisingaan there are elements such as art and dance, sports (Pencak Silat and Jaipongan), karawitan art, literature and art and clothing. All these elements together form a cohesive and a dance and song and added the movement that formed a stuntman formation as standen.

Equipment used in the performance of each; stretcher sisingaan, horn, percussion, kempul, and kecrek goong. Clothing PLAYERS sundanese using traditional clothing such as shorts shucks, headgear, belt, clothes shucks sisingaan rider usually children who are in circumcision

The etimologis, sisingaan comes from the word "lion", that is a form of go-cart that looks like a lion body. Why should the form of a lion? It seems that the animal lion symbolizes courage, strength and courage.
According to art experts note (artists), art sisingaan first appeared in 1957 in the village Ciherang about 5 km south of Subang. And to develop regional Cigadung and other areas around the City Subang. Figures that are popularize Ki demang Ama Bintang, Ki Rumsi, Jani Mama Narasoma lurah, dan Ki Alhawi.

Until now, the arts sisingaan has been developing rapidly and have recorded about 200 group with the number of the artists 2695. Development is not only in the Subang area but has grown in the area of Sumedang and Bandung regency.

Because of that development, to preserve this art Subang regency government always holds festivals regularly and to promote national and provincial level, especially among the Government and the business world.


Show
The show Sisingaan basically started with a dynamic accompaniment. Then followed by a game Sisingaan by sisingaan dancers, through movement, among others: Preparation, Bangkaret, Masang / ancang-ancang, Gugulingan, Sepak dua), mundur, Kael, Mincid, Ewag, Jeblag, taktak, Gendong Singa, singa , Angkat jungjung, Ngolecer, Lambang, Pasagi Tilu, Melak cau, Nincak rancatan, dan Kakapalan (term used in the arts Sisingaan. In Sunda). Art as a direct, Sisingaan moving continuously beset village, town or street. Until finally back to where they are. In the development, train more dynamic music, and music delivered Genjring Bonyok and also Tardug.

Serving
The pattern continued Sisingaan include:
  1. Tatalu (Music played during the show started) tetabuhan or keringan
  2. Kidung or Kembang gadung (Sunda song)
  3. Tari (Ibingan) among solor, Gondang, ewang (kangsreng), catrik, and others
  4. Attraction or demonstration, usually called the attraction kamonesan in performance Sisingaan originally inspired by the attraction Ayem Adem (genjring Acrobatic) and Liong (Barongsai) (Art traditional indonesian other)
  5. Closing performance with music keringan.
Music suite.

Music Sisingaan escort initially quite simple, such as: Kendang Induk (2 pieces), Kulanter, Bonang (percussion), Tarompet, goong, Kempul, Kecrek.(Traditional music) play music and equipment tied to the body. In its development now use it (Sinden) with songs (both vocal and intrumental), among others: Keringan song, ballad song, song Titipatipa, Gondang song, song Kasreng, Selingan song (Siyur, Tepang Sono, durable rajet, Fiber salira , Honey and poisons, Pria Idaman, Goyang Dombret, Warudoyong etc.), Gurudugan song, song or Mapay Roko Mars-an (as a cover song). The song is a song in Sisingaan taken from the repertoire of Ketuk Tilu, Doger and Kliningan.(sunda traditional song )

The meaning in the song. (traditional songs western Java).

There is some significance in the performing arts Sisingaan, including:
  • The meaning of social, Subang people believe that the very soul of the people involved in them, such as egalitarian, spontaneity, and have a sense of each type of folk art that appears.
  • Meaning teatrikal, seen from the appearance of adult Sisingaan no doubt this is teatrikal, especially after the added variety, such as jajangkungan and others.
  • The meaning of a commercial, because Sisingaan able to improve their welfare, then the emergence of a number of enthusiasm and even tens of hundreds of different groups Sisingaan village to participate in the festival, this represents an opportunity, because the winner will get the business opportunities that arouse, as well as art bajidoran.
  • The meaning of universal, in each of the ethnic peoples are often owned and worship of animals Lion (Lion) (especially Europe and Africa), although in West Java there is no habitat for animal lion, but with the concept Civilitation, may not appear in the lion habitat, and received as own, as evidenced in the Sisingaan.
  • Spiritual Meaning, trusted by the community for environmental safety / (salametan) or syukuran (Pray to God)

Minggu, 08 November 2009

Geografi Indonesia

Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas.

Lompat ke: pandu arah, gelintar
Indonesia map.png

Indonesia terletak di antara 6º LU – 11º LS dan 95º BT - 141º BT, antara Lautan Pasifik dan Lautan Hindi, antara benua Asia dan benua Australia, dan pada pertemuan dua rangkaian pergunungan, iaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterranean.

Koordinat

Dilihat dari lintangnya, Indonesia terletak di antara 6º LU (Lintang Utara) dan 11º LS (Lintang Selatan). Letak lintang yang sedemikian itu merupakan petunjuk bahwa:

  • Sempadan bahagian utara wilayah Indonesia ialah 6º LU dan paling selatan ialah 11º LS. (Tempat paling utara ialah Pulau We dan tempat yang paling selatan ialah Pulau Roti).
  • Jarak lintangnya ialah 17º.
  • Sebahagian besar wilayah Indonesia terletak di belahan bumi selatan.
  • Wilayah Indonesia dilalui oleh garis khatulistiwa.

Dilihat dari letak garis bujurnya, wilayah Indonesia terletak diantara 95º BT dan 141º BT. Ini bererti:

  • Batas paling barat wilayah Indonesia ialah 95º BT dan paling timur ialah 141º BT.
  • Jarak bujurnya ialah 46º (sekitar 5000 km, atau hampir 1/8 keliling bumi). Perbedaan garis bujur sedemikian itu menyebabkan adanya perbedaan waktu.
  • Semua wilayah Indonesia terletak dibelahan bumi timur (dihitung dari meridian 0º).

Letak astronomi yang demikian itu menunjukkan bahwa Indonesia terletak di daerah iklim tropika. Daerah iklim tropika terdapat di antara 23.5º LU atau Garisan Sartan, dan 23.5º LS atau Garisan Jadi. Hal ini mengakibatkan suhu di Indonesia cukup tinggi (antara 26º C - 28º C), curah hujan cukup banyak (antara 700mm – 7000mm per tahun), terdapata huja zenital (hujan naik khatulistiwa), proses pelapukan batu-batuan cukup cepat serta terdapat berbagai jenis spesies haiwan dan tumbuhan.

Zon waktu

Letak astronomi mengakibatkan terjadinya perbedaan waktu sekitar 3 jam (yang lebih tepatnya 46 x 4 minit = 184 minit) antara bagian paling timur dengan bagian paling barat Indonesia.

Sejak tanggal 1 Januari 1988 di Indonesia diberlakukan pembahagian daerah waktu yang baru, menggantikan pembahagian waktu lama yang berlaku sejak 1 Januari 1964. Dengan berlakunya pembahagian daerah waktu baru ini, terjadi pergeseran waktu di beberapa tempat.

  • Daerah Waktu Indonesia Timur (WIT). Waktu Indonesia Bahagian Timur berdasarkan meridian pangkal 135º BT, meliputi seluruh provinsi di Irian Jaya (Papua), Maluku, dan Maluku Utara (mempunyai selisih waktu 9 jam lebih awal daripada waktu Greenwich).

Bentuk-Bentuk Muka Bumi di Daratan
Coba Anda perhatikan bentuk permukaan bumi di sekitar tempat tinggal Anda. Mungkin Anda berada di daerah pegunungan, gunung, bukit, dataran tinggi, dataran rendah, lembah, ngarai/canyon, atau bentuk lainnya. Seperti telah dijelaskan dalam bahasan sebelumnya, perbedaan bentuk muka bumi ini disebabkan oleh tenaga endogen dan eksogen. Untuk memahami lebih jauh tentang bentuk muka bumi khususnya di daratan, Anda pelajari penjelasan berikut.

1.

Gunung
Anda pernah melihat gunung atau mungkin mendakinya. Jika dipandang dari kejauhan gunung sungguh pemandangan yang indah. Gunung adalah bentuk muka bumi yang berbentuk kerucut atau kubah yang berdiri sendiri. Pada beberapa gunung ditemukan juga yang bersambung dengan gunung lainnya, namun bentuk terpisahnya masih jelas.

Umumnya gunung merupakan gunung berapi. Gunung berapi ini ada yang masih utuh dengan kepundan di tengahnya, misalnya gunung Ciremai, gunung Muria, gunung Dompo Batang, dan banyak lagi gunung lainnya. Ada pula gunung berapi yang hanya merupakan sisa dari gunung api lama yang telah terpotong-potong oleh letusan yang hebat pada masa lampau, misalnya gunung Burangrang yang merupakan sisa gunung api Sunda di Jawa Barat, dan Pulau Sertung yaitu bagian sisi gunung Krakatau.

Bentuk gunung menjulang tinggi, yang berguna sebagai penahan awan. Akibatnya daerah yang ada di daerah bawah dan sekitar gunung bisa sering terjadi hujan. Adanya hujan ini bisa menjadikan hutan. Hutan dapat berfungsi menyimpan air, akibatnya di sekitar hutan sering ditemukan mata air dan sungai-sungai yang sangat bermanfaat bagi kehidupan mahluk hidup.

Coba cari gunung di sekitar tempat tinggal Anda, kemudian bandingkan apakah gunung itu masih utuh atau sisa dari letusan gunung berapi. Anda jelaskan pula manfaat gunung di sekitar tempat tinggalmu. Hasilnya diskusikan dengan teman Anda, kemudian laporkan pula hasil diskusi kepada guru bina!

2.

Pegunungan
Apa bedanya antara gunung dan pegunungan? Tadi telah dijelaskan di atas bahwa gunung merupakan bentuk muka bumi yang menjulang tinggi berbentuk kerucut atau kubah dan berdiri sendiri. Sedangkan pegunungan merupakan suatu jalur memanjang yang berhubungan antara puncak yang satu dengan puncak lainnya, misalnya Pegunungan Yura di Prancis dan Pegunungan Panini di Inggris. Di Indonesia juga banyak ditemukan pegunungan. Coba Anda diskusikan dengan teman, pegunungan yang ada di Indonesia. Benar jawaban Anda, pegunungan dimaksud diantaranya Bukit Barisan di Sumatera.

Apa yang menyebabkan terjadinya pegunungan? Pegunungan terbentuk pada waktu terjadinya gerak kerak bumi yang dalam dan luas. Karena itu daerah pegunungan biasanya relatif luas. Secara sederhana dapat kita membedakan pegunungan tua dan pegunungan muda. Pegunungan tua merupakan pegunungan yang relatif rendah dengan puncaknya yang relatif tumpul dan lerengnya landai. Misalnya Pegunungan Skandinavia dan Pegunungan Australia Timur yang terbentuk pada zaman Primer (Paleozoikum). Sedangkan pegunungan muda pada umumnya tinggi dengan puncaknya yang runcing dan lerengnya relatif curam. Pegunungan lipatan yang paling muda adalah hasil pengangkatan zaman tertier, misalnya Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik.

a.

Pegunungan Lipatan
Pegunungan lipatan disebabkan oleh terlipatnya lapisan (strata) sedimen yang besar karena tekanan dari dalam bumi. Akibat proses pelipatan ini, lebar lapisan sedimen menciut sedangkan tebalnya bertambah. Lapisan sedimen yang terlipat itu disebut lipatan atas atau disebut juga antiklinal. Sedangkan lapisan sedimen yang terlipat ke bawah dinamakan lipatan bawah atau sinklinal. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini!



Gambar 3. Terbentuknya pegunungan liipatan



b.

Pegunungan oleh Pengangkatan Kerak Bumi
Ada pegunungan yang disebabkan oleh pengangkatan kerak bumi. Pengangkatan kerak bumi ini khususnya sepanjang garis sesar atau garis retakan. Oleh karena itu gunung ini disebut gunung bungkah atau horst. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini!


Gambar 4. Pegunungan bungkah.


c.

Pegunungan Sisa
Kenapa disebut pegunungan sisa? Pegunungan ini terjadi apabila pegunungan yang tinggi terkikis oleh denudasi dalam jangka waktu yang lama. Gunung semacam ini sering juga disebut gunung denudasi atau gunung relik. Denudasi adalah peristiwa terbukanya atau terkelupasnya batuan asli pada peristiwa pelapukan.

3.

Dataran Tinggi
Dataran luas yang letaknya di daerah tinggi atau pegunungan disebut dataran tinggi. Dataran tinggi terbentuk sebagai hasil erosi dan sedimentasi. Dataran tinggi dinamakan juga plato (plateau), misalnya Dataran Tinggi Dekkan, Dataran Tinggi Gayo, Dataran Tinggi Dieng, Dataran Tinggi Malang, atau Dataran Tinggi Alas. Dataran tinggi biisa juga terjadi oleh bekas Kaldera luas, yang tertimbun material dari lereng gunung sekitarnya. Misalnya Dataran Tinggi Dieng (Jawa Tengah) yang diduga oleh proses seperti itu.

4.

Dataran Rendah
Dataran rendah adalah tanah yang keadaannya relatif datar dan luas sampai ketinggian sekitar 200 m dari permukaan laut. Tanah ini biasanya ditemukan di sekitar pantai, tetapi ada juga yang terletak di pedalaman. Di Indonesia banyak dijumpai dataran rendah, misalnya pantai timur Sumatera, pantai utara Jawa Barat, pantai selatan Kalimantan, Irian Jaya bagian barat, dan lain-lain. Dataran rendah terjadi akibat proses sedimentasi. Di Indonesia dataran rendah umumnya hasil sedimentasi sungai. Dataran rendah ini disebut dataran aluvial. Dataran aluvial biasanya berhadapan dengan pantai landai laut dangkal. Dataran ini biasanya tanahnya subur, sehingga penduduknya lebih padat bila dibandingkan dengan daerah pegunungan.

5.

Lembah
Anda mungkin sering menemukan atau menyebut daerah lembah. Lembah adalah daerah rendah yang terletak di antara dua pegunungan atau dua gunung. Lembah juga merupakan daerah yang mempunyai kedudukan lebih rendah dibandingkan daerah sekitarnya. Lembah di daerah pegunungan lipatan sering disebut sinklin. Lembah di daerah pegunungan patahan disebut graben atau slenk. Sedangkan lembah di daerah yang bergunung-gunung disebut lembah antar pegunungan.

Sampai di sini mudah, bukan? Sekarang Anda bersama teman menyebutkan gunung, pegunungan, dataran rendah, dataran tinggi, dan lembah yang ada di propinsimu. Jika sudah selesai, mari kita lanjutkan pada bentuk muka bumi di lautan.